Dari pengalaman mendampingi klinik, riwayat yang rapi memudahkan dokter membandingkan kondisi pasien dari kunjungan ke kunjungan. Ini menjadi titik yang paling sering kami bahas saat sesi pendampingan.
Pertanyaan soal aplikasi klinik mata sering muncul saat pendampingan. Berikut pokok-pokok yang perlu dipahami.
Catat hasil pemeriksaan secara berurutan. Kalau perlu, mulai dari satu poli dulu sebagai uji coba sebelum berlaku menyeluruh. Petugas baru biasanya lebih cepat beradaptasi bila langkah ini dituliskan, bukan hanya diceritakan. Pastikan setiap orang tahu siapa yang menjadi penanggung jawabnya.
Simpan riwayat kacamata atau lensa bila ada. Justru pada jam sibuk, langkah ini menentukan apakah pelayanan berjalan lancar atau tersendat. Perubahan seperti ini memang kecil, tetapi terasa saat dihitung dalam sebulan. Jangan ragu mengubah cara yang sudah berjalan bila terbukti lebih efisien. Sejauh pengalaman kami, aspek aplikasi klinik mata memang jarang dibahas padahal sering menjadi ganjalan.
Atur jadwal tindakan dan kontrol. Di klinik yang sibuk, hal ini bahkan lebih penting daripada menambah petugas. Klinik yang melakukannya rutin biasanya lebih cepat menemukan masalah sebelum membesar. Sampaikan kesepakatan ini kepada semua petugas, termasuk yang bekerja paruh waktu.
Hubungkan dengan resep dan apotek. Klinik yang melakukannya rutin biasanya lebih cepat menemukan masalah sebelum membesar. Dampaknya paling jelas terlihat pada waktu tunggu pasien. Catat kendala yang muncul agar perbaikannya lebih terarah. Sejauh pengalaman kami, aspek aplikasi klinik mata memang jarang dibahas padahal sering menjadi ganjalan.
Tampilkan rangkuman riwayat untuk dokter. Sekali dilakukan dengan benar, kebiasaan ini menghemat waktu petugas di kemudian hari. Praktik ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya baru terasa ketika klinik mulai ramai. Untuk aplikasi klinik mata, penyesuaian kecil seperti ini biasanya sudah cukup memberi hasil.
Jaga kerahasiaan riwayat pasien. Cukup dituangkan dalam satu halaman pengingat yang ditempel di area kerja. Kalau perlu, mulai dari satu poli dulu sebagai uji coba sebelum berlaku menyeluruh. Untuk aplikasi klinik mata, penyesuaian kecil seperti ini biasanya sudah cukup memberi hasil.
Urutan pengerjaan yang masuk akal
- Bicarakan dengan petugas yang menjalankannya sehari-hari dan minta usulan perbaikan yang realistis.
- Tempel pengingatnya di tempat yang memang sering dibaca petugas.
- Tetapkan siapa yang mengingatkan bila kebiasaan lama muncul kembali.
- Susun aturan sementara dalam satu halaman, cukup jelas dan tidak bertele-tele.
Tidak semua langkah harus sempurna pada percobaan pertama; yang penting prosesnya berjalan dan bisa diperbaiki.
Pola yang perlu dihindari
Pola seperti ini sering terlewat karena semua orang sudah terlalu terbiasa dengan cara lama.
- Menjalankan aturan baru tanpa menjelaskan alasannya kepada tim.
- Mengabaikan masukan dari petugas yang berhadapan langsung dengan pasien setiap hari.
- Membiarkan data ganda karena malas mencocokkan sebelum menyimpan.
Kalau salah satu terasa akrab, itu justru kabar baik: berarti perbaikannya bisa dimulai dari hal yang jelas.
Hal yang paling sering ditanyakan pasien dan pemilik klinik
Apakah hasil alat ukur bisa dicatat manual? Bisa; sebagian sistem menyediakan kolom khusus untuk itu.
Perlukah foto pendukung? Sebagian klinik menambahkannya bila peralatan memang mendukung.
Menjaga konsistensi
Intinya, tidak ada gunanya mengubah semuanya sekaligus; klinik tetap harus melayani pasien setiap hari.
Kalau Anda ingin merapikan bagian ini tanpa menambah beban kerja, tim SUPER HEALTHCARE mendampingi klinik dari proses pemasangan sampai kebiasaan baru terbentuk.
Bagian ini kami susun dari pertanyaan yang paling sering muncul saat klinik mulai menata sistem dan kebiasaannya.
Bila ada istilah yang terasa asing, catat dulu dan tanyakan kepada penyedia sistem Anda; jangan dipaksakan sendiri.