Kenyataannya di klinik, bridging BPJS terdengar rumit, padahal yang pertama dibutuhkan adalah pemahaman alur dan kesabaran saat pengujian. Karena itu, bagian ini layak dibenahi lebih dulu sebelum hal lain.
Pertanyaan soal integrasi bpjs klinik sering muncul saat pendampingan. Berikut pokok-pokok yang perlu dipahami.
Pahami alur layanan yang perlu terhubung. Klinik yang melakukannya rutin biasanya lebih cepat menemukan masalah sebelum membesar. Tidak perlu alat mahal; yang dibutuhkan konsistensi dari seluruh tim. Sejauh pengalaman kami, aspek integrasi bpjs klinik memang jarang dibahas padahal sering menjadi ganjalan.
Siapkan kredensial dan jaringan sesuai ketentuan. Bila diabaikan, dampaknya sering baru terasa di akhir bulan saat evaluasi. Kalau perlu, mulai dari satu poli dulu sebagai uji coba sebelum berlaku menyeluruh. Sampaikan kesepakatan ini kepada semua petugas, termasuk yang bekerja paruh waktu.
Latih petugas mengenali pesan kesalahan yang umum. Banyak klinik baru menyadari pentingnya setelah sempat mengalami masalah. Kalau perlu, mulai dari satu poli dulu sebagai uji coba sebelum berlaku menyeluruh. Tulis sebagai bagian dari prosedur harian, bukan sekadar instruksi lisan.
Jaga pencatatan lokal tetap lengkap. Klinik yang melakukannya rutin biasanya lebih cepat menemukan masalah sebelum membesar. Tidak perlu alat mahal; yang dibutuhkan konsistensi dari seluruh tim. Catat kendala yang muncul agar perbaikannya lebih terarah. Di ranah integrasi bpjs klinik, detail seperti inilah yang membedakan klinik yang rapi dan yang kerepotan.
Uji di lingkungan percobaan lebih dulu. Di klinik yang sibuk, hal ini bahkan lebih penting daripada menambah petugas. Pengalaman di beberapa klinik menunjukkan hal ini paling sering jadi sumber keterlambatan. Jangan ragu mengubah cara yang sudah berjalan bila terbukti lebih efisien.
Dokumentasikan istilah dan alur agar mudah diulang. Sekali dilakukan dengan benar, kebiasaan ini menghemat waktu petugas di kemudian hari. Sisi baiknya, langkah ini bisa dijalankan tanpa biaya tambahan yang berarti. Catat kendala yang muncul agar perbaikannya lebih terarah. Untuk integrasi bpjs klinik, penyesuaian kecil seperti ini biasanya sudah cukup memberi hasil.
Urutan pengerjaan yang masuk akal
- Masukkan pemeriksaan singkat ke dalam rutinitas harian atau mingguan.
- Uji pada satu poli atau satu shift dulu, sambil mencatat kendala yang muncul.
- Tinjau hasilnya sebulan sekali dan sesuaikan bila situasi berubah.
- Tetapkan siapa yang mengingatkan bila kebiasaan lama muncul kembali.
Tidak semua langkah harus sempurna pada percobaan pertama; yang penting prosesnya berjalan dan bisa diperbaiki.
Kesalahan yang sering terjadi
Ada beberapa kebiasaan berulang yang kerap kami temui dan hampir selalu berujung pada pekerjaan tambahan.
- Mengandalkan ingatan satu orang untuk hal yang seharusnya tercatat di sistem.
- Membiarkan data ganda karena malas mencocokkan sebelum menyimpan.
- Menjalankan aturan baru tanpa menjelaskan alasannya kepada tim.
Daftar ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memeriksa apakah ada yang sedang terjadi di klinik Anda.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah semua klinik wajib terhubung BPJS? Bergantung layanan yang diberikan; klinik dengan pasien peserta BPJS umumnya memerlukannya.
Bagaimana bila koneksi terputus? Catat layanan secara lokal lebih dulu, lalu sinkronkan setelah koneksi kembali.
Menutup dengan langkah kecil
Pada akhirnya, ukur hasilnya dengan data sederhana, lalu putuskan langkah lanjutan.
Untuk tim yang ingin bekerja lebih tertib, tim SUPER HEALTHCARE mendampingi klinik dari proses pemasangan sampai kebiasaan baru terbentuk.
Bagian ini kami susun dari pertanyaan yang paling sering muncul saat klinik mulai menata sistem dan kebiasaannya.
Bila ada istilah yang terasa asing, catat dulu dan tanyakan kepada penyedia sistem Anda; jangan dipaksakan sendiri.